Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, July 30, 2015

Lamunan Pesta Wajib

Santo Ignasius dari Loyola, Imam
Jumat, 31 Juli 2015

Lukas 14:25-33

14:25. Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
14:26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
14:29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
14:30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
14:32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, untuk mempertahankan dan mengembangkan hidup orang akan mengumpulkan harta baik yang didapat dari warisan maupun yang dari hasil kerja. Orang akan menjaganya untuk menjadi tenang mengarungi hidup.
  • Tampaknya, dari berbagai harta yang dimiliki, keluarga adalah harta yang berharga. Kalau terhadap materi saja ada pepatah sedumuk bathuk senyari bumi (sekalipun tanah hanya seluas dahi dan sepanjang rentangan jempol dan kelingking, harta harus dipertahankan), untuk menjaga keutuhan dan kebaikan keluarga orang harus berani mengorbankan segalanya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa semulia apapun tindakan seseorang untuk mendapatkan nafkah dan semendalam apapun kasih orang pada keluarga, kesemuanya justru menjadi kesia-siaan kalau hidupnya justru melekat pada harta dan keluarga dan tidak mendasarkan diri pada sikap yang mengalir dari pendengaran terhadap suara kedalaman batin. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan siap dan ikhlas kehilangan apapun termasuk relasinya dengan keluarga demi mempertahankan kemesraannya dengan kedalaman batin.
Ah, tanpa dukungan harta orang akan celaka.

Wednesday, July 29, 2015

Berkebun bisa kurangi risiko serangan jantung lansia

Berkebun bisa kurangi risiko serangan jantung lansia
Seorang ibu dengan anak-anaknya memanen kangkung di lahan akademi berkebun, bagian dari Indonesia Berkebun, di Serpong, Tangerang, Banten Minggu (19/6). Aktivitas berkebun bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke pada orang lanjut usia. (ANTARA/Paramayuda)

Jakarta (ANTARA News) - Berkebun dan melakukan kegiatan rumah sehari-hari seperti memperbaiki rumah bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke pada orang lanjut usia (lansia), demikian menurut studi yang dipublikasikan The British Journal of Sports Medicine.

Risiko terkena serangan jantung dan stroke dalam waktu 12 tahun pada orang berusia 60 tahun lebih yang sering melakukan aktivitas rumah dan berkebun 27 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang melakukan kegiatan serupa.

Namun temuan dari studi yang dilakukan di Swedia itu terlepas dari apakah peserta secara teratur berolahraga.

Selain itu lansia yang sering melakukan kegiatan rumah dan berkebun tapi tidak berolahraga memiliki peluang bertahan yang sama pada akhir studi dibandingkan dengan mereka yang secara teratur berolahraga tetapi tidak melakukan kegiatan rumah dan berkebun.

"Mendorong setiap hari (aktivitas dalam rumah dan berkebun) bisa sama pentingnya dengan merekomendasikan olahraga teratur untuk lansia," kata para peneliti di British Journal of Sports Medicine edisi 28 Oktober.

Hasil terbaik terlihat pada orang-orang yang melakukan olahraga teratur serta kegiatan rumah dan berkebun, kata hasil studi yang dilansir laman LiveScience.

Meski demikian studi itu hanya menemukan hubungan dan belum bisa membuktikan bahwa kegiatan rumah dan berkebun pada tingkat yang lebih tinggi menyebabkan pernurunan risiko serangan jantung dan stroke.

Para peneliti menganalisis informasi dari 4.000 orang dewasa yang tinggal di wilayah Stockhlom, Swedia, yang sebelumnya mengalami serangan jantung atau stroke.

Peserta menjalani pemeriksaan fisik dan ditanya seberapa sering mereka melakukan aktivitas rumah dan berkebun seperti memperbaiki rumah, memotong rumput, memperbaiki mobil dan mengumpulkan jamur atau buah berri.

Mereka juga ditanya seberapa sering melakukan olahraga teratur, misalnya 30 menit melakukan aktivitas fisik dalam seminggu.

Menurut studi, mereka yang melakukan aktivitas dalam rumah dan berkebun memperlihatkan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik seperti kadar kolesterol dan lemak darah yang rendah dibandingkan dengan orang yang melakukan aktivitas rumah dan berkebun yang lebih rendah.

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maryati

Lamunan Pekan Biasa XVII

Kamis, 30 Juli 2015

Matius 13:47-53

13:47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
13:48 Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
13:51 Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti."
13:52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."
13:53. Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang disebut mengerti bahkan ahli agama apabila dapat memahami berbagai ajaran dan praktek keagamaan. Dia dapat menjelaskan latar belakang berbagai rumusan dan kebiasaan keagamaan.
  • Tampaknya, orang yang ahli agama biasa dikaitkan dengan berbagai khasanah pengetahuan di masa lalu. Dia dapat mengerti bahkan menguasai bahasa, kebudayaan, dan berbagai paham di masa lampau.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa sehebat apapun seseorang menguasai berbagai pengertian masa lampau untuk menjelaskan ajaran dan praktek kebiasaan agama, apabila dia tidak menerima nilai-nilai kemuliaan hidup di balik semua itu, dia bukan orang yang memiliki keahlian sejati yang mengalir dari kedalaman batin yang membuat orang mampu menemukan dan menyajikan nilai-nilai tersebut baik dalam hidup keagamaan masa lampau maupun masa kini. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menghayati nilai-nilai agama secara dinamis dalam penghargaannya pada tradisi dan perkembangannya sesuai dengan situasi hidup dan budaya setempat.
Ah, agama yang benar adalah yang menjaga rumus-rumus dan kebiasaan pendirinya.

Sabda Hidup



Kamis, 30 Juli 2015
St. Petrus Krisologus,  St. Yustinus de Yakobis,
warna liturgi Hijau 
Bacaan
Kel. 40:16-21,34-38; Mzm. 84:3,4,5-6a,8a,11; Mat. 13:47-53. BcO 1Raj. 12:20-33

Matius 13:47-53: 
47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. 48 Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. 49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, 50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 51 Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." 52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya." 53 Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.

Renungan:
Ketika menjadi guru saya merasa puas kala para siswa mampu mengerjakan soal ujian dengan baik dan mendapatkan nilai yang memuaskan. Ada rasa bahwa yang diajarkan dimengerti oleh para siswa. Dan pasti hal tersebut memberikan kelegaan di dalam diri para siswa.
Yesus pun tampak puas ketika para murid mengerti dengan apa yang Ia ajarkan. "Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." (Mat 13:51-52). Yesus pun kemudian pergi.
Rasanya kita pun mempunyai kewajiban membawa kejelasan dan membuat orang lain mengerti. Berhubung orang yang kita temui pun beraneka ragam latar belakang dan kemampuannya, maka kita mesti pandai-pandai mencari aneka macam metode dan juga isi yang tepat bagi orang yang kita temui. Semoga dengan cara dan isi yang tepat maka orang-orang pun makin mengenal Kerajaan Allah.

Kontemplasi:
Duduklah dengan tenang. Ingatlah bagaimana selama ini anda menerangkan sesuatu pada orang lain. Apakah peneranganmu jelas ditangkap atau tidak dan bagaimana agar orang menangkap pengajaranmu.

Refleksi:
Bagaimana mengajarkan Kerajaan Allah agar mudah ditangkap pendengarmu?

Doa:
Bapa, bantulah aku agar mampu menerangkan kerajaanMu dan keteranganku bisa dimengerti pendengarku. Amin.

Perutusan:
Aku akan mencari metode pengajaran yang tepat. -nasp-

Tuesday, July 28, 2015

Wow ! Inilah Manfaat Sakti Daun Pepaya Untuk Kesehatan Kita

diambil dari http://jabar.tribunnews.com Selasa, 26 Mei 2015 09:48

Wow ! Inilah Manfaat Sakti Daun Pepaya Untuk Kesehatan Kita
bisakimia.com
Ilustrasi: daun pepaya 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan pepaya. Boleh dibilang, pepaya merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Anda bisa menemukan tanaman pepaya di mana-mana.

Pepaya merupakan buah dan tanaman yang serbaguna dan bisa dimakan baik matang ataupun mentah. Selain itu, menariknya tanaman ini, tidak hanya buahnya saja yang dapat dikonsumsi, tetapi daun dan akarnya pun bisa Anda konsumsi.

Selama ini pepaya, baik buah, akar maupun daunnya mungkin hanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan, padahal pepaya juga memiliki banyak manfaat sebagai obat untuk menangkal beberapa penyakit.

Nah, berikut manfaat lain dari daun papaya yang dipercaya dapat mengobati beberapa penyakit. Di antaranya:

1. Kanker

Dilansir Connecting you and doctors | Meetdoctor.com, penyakit ini menjadi ancaman serius dan sangat menakutkan saat ini. Penderita kanker terus bertambah di dunia, termasuk di Indonesia. Data WHO menyebutkan setiap tahun penderita kanker bertambah 6,25 juta orang. Selanjutnya diperkirakan 9 juta orang akan meninggal karena kanker dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.
Untuk mengindari bahaya kanker, mulailah menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi sayur-sayuran, terutama daun pepaya. Pasalnya, daun pepaya yang dibuat menjadi minuman teh terbukti sangat efektif sebagai pencegah dan pengobatan kanker.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Februari 2010 dari Journal of Ethnopharmacology mengatakan bahwa teh daun pepaya dapat mengurangi peradangan dan dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh terhadap sel kanker, mengahambat pertumbuhan sel tumor, serta memodulasi efek anti tumor.

Selain dapat mencegah kanker, teh daun papaya pun dapat mencegah berbagai penyakit termasuk alergi.

2. Maag

Penyakit ini bisa dibilang penyakit khas manusia modern. Betapa tidak, kesibukan yang padat dan pola makan yang tidak teratur, membuat kita rentan terserang maag.

Maka itu, untuk menangkal serangan maag, perbanyaklah konsumsi daun pepaya. Daun yang rasanya pahit ini menurut sebuah studi yang dimuat West Indian Medical Journal edisi September 2008, dapat mengurangi keparahan ulkus (tukak lambung) dan memiliki efek antioksidan.

Ekstrak daun papaya pun dapat menurunkan lipid yang teroksidasi serta meningkatkan antioksidan di dalam sel darah merah.

3. Pencernaan

Susah buang air besar atau sembelit? Makanlah daun pepaya. Enzim papain yang terdapat dalam daun papaya dapat membantu melancarkan pencernaan serta mengobati gangguan pencernaan.
Tidak hanya itu, teh daun papaya dapat mengurangisakit perut yang menimbulkan ketidaknyamanan dan penambah nafsu makan.

4. Antioksidan

Radikal bebas, seperti asap yang berasal dari knalpot kendaraan bermotor, debu, dan sebagainya adalah musuh dari kesehatan tubuh dan kecantikan kulit. Tapi tenang, Anda bisa menangkalnya dengan daun pepaya.

Sebuah penelitian menunjukan bahwa daun papaya dapat mengurangi hydrogen peroksida yang merupakan tanda kerusakan oksidatif.

Pada penelitian Asian Pasific Journal of Tropical Biomedicine pada Juni 2012 mengatakan bahwa teh daun papaya memiliki kandungan asam askorbat yang merupakan salah satu antioksidan.

Antioksidan tersebut disinyalir dapat menangkal radikal bebas yang bisa mengakibatkan kerusakan pada tubuh seseorang.

Namun, selain manfaat, ada juga efek negatif dari daun pepaya. Perlu Anda ketahui, bagi beberapa orang, daun papaya dapat menyebabkan reaksi alergi.Jadi, jika muncul tanda-tanda alergi setelah mengonsumsi daun papaya, maka hentikan penggunaan.

Selain itu, jika Anda menderita kanker atau penyakit berat lainnya, ada baiknya untuk segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut terhadap penyakit Anda.

Daun papaya mungkin hanya sebagai pengobatan tambahan saja yang aman serta alami untuk kanker serta pencegah radikal bebas. (*)

Sabda Hidup



Rabu, 29 Juli 2015
Peringatan Wajib St. Marta
warna liturgi Putih 
Bacaan
Kel. 34: 29-35; Mzm. 99:5-7,9; Yoh. 11:19-27, atau Luk. 10:38-42. BcO 1Raj. 12:1-19

Yohanes 11:19-27: 
19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. 20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. 21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. 22 Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." 23 Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit." 24 Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." 25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" 27    Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

Renungan:
Kematian merupakan peristiwa yang meninggalkan kepedihan bagi orang-orang yang hidup. Ketika salah satu dari orang yang kita sayangi meninggal kita akan merasa kehilangan dan sedih. Salah satu hal yang terasa bahwa mereka yang meninggal sudah tidak mungkin kita temui lagi. Yang kita temukan hanyalah makam dan batu nisan yang menjadi penandanya.
Marta dan Maria mendapatkan penghiburan dari para tetangganya. "Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya" (Yoh 11:19). Yesus pun datang kepada mereka untuk memberikan penghiburan.
Orang banyak datang pada saat penghormatan terakhir orang yang kita sayangi melegakan hati kita. Mereka sungguh memberikan penghiburan di kala duka. Dan mereka yang berduka pun merasakan penghiburan tersebut walau tak ada kata yang terucap.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu sejenak. Bayangkan pengalaman kematian orang yang kusayangi. Rasakan penghiburan dengan kehadiran para pelayat.

Refleksi:
Apa arti kematian bagimu?

Doa:
Bapa, semoga saudara-saudari kami yang telah Kaupanggil mengalami kebahagiaanMu. Jagalah pula mereka yang ditinggalkan agar tidak larut dalam kepedihan. Amin.

Perutusan:
Aku akan memberikan penghiburan kepada mereka yang berduka. -nasp-

Lamunan Pesta Wajib

Santa Marta
Rabu, 29 Juli 2015

Lukas 10:38-42

10:38. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, bagi manusia kerja adalah jalan aktualisasi diri. Selain bekerja untuk mencari nafkah, orang juga disebut baik apabila memiliki aktivitas lain.
  • Katanya, kerja dan aktivitas memang membuat orang menghayati hakikatnya sebagai makhluk sosial. Kerja dan aktivitas menjadi jalan orang untuk menghayati ambilbagian dalam hidup bersama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa segiat apapun kerja dan aktivitas sosial, itu semua hanya menjadi kesibukan kosong makna kalau tidak mengalir sebagai ungkapan dan atau wujud hasil pendengaran atas alunan kedalaman batin yang sejatinya merupakan bagian hidup yang terbaik. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mendasarkan segalanya pada kebiasaan mendengarkan suara kedalaman batin.
Ah, yang terbaik adalah yang menghasilkan uang untuk memenuhi berbagai kebutuhan.