Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, May 1, 2016

PD Gracia Sala



Pada Jumat 29 April 2016 sekitar jam 11.30 Rm. Bambang pulang dari Paroki Pringgolayan melayani seminar dan misa untuk lansia. Karena ada ada kursi roda yang harus diturunkan dari mobil, dia membunyikan klakson beberapa kali. Pak Tukiran keluar menjemputnya dan kemudian mendorong kursi roda yang sudah diduduki oleh Rm. Bambang yang masih berjubah. "Wonten tamu saking Sala" (Ada tamu dari Sala) kata Pak Tukiran yang ditanggapi oleh Rm. Bambang "Ngge Rm.Harto?" (Untuk Rm. Harto). Pak Tukiran menyahut "Kangge sadaya rama" (Untuk semua rama). Ternyata benar. Ada sekitar 40an ibu yang sudah duduk di ruang pertemuan dalam.

Ketika Rm. Bambang menampakkan diri suasana menyelamati dari ibu-ibu tampak meriah. Beberapa ibu memintanya untuk duduk di depan. Tetapi Rm. Bambang menempatkan diri di pinggir agak belakang berdekatan dengan Rm. Tri Hartono. Kedatangan Rm. Bambang ternyata mengganggu Rm. Yadi yang sedang berbicara dengan mikropone. Beliau duduk di depan berjajar dengan Rm. Toto, Rm. Harto dan Rm. Tri Wahyono. Ketika Rm. Yadi selesai berbicara mikropon diserahklan ke Rm. Bambang yang hanya mengucapkan selamat datang dan menutup dengan kata-kata "Biasanya pada jam 12.00 kami makan" yang disambut tertawa dari semua. Dari beberapa informasi ibu-ibu ini adalah para anggota kelompok Persekutuan Doa (PD) Gracia Sala. Rm. Agoeng  datang ketika pertemuan sampai pada ujung penutup dan kemudian ikut menggambil foto-foto bersama. Ketika akan pulang Rm. Toto berkata "Kala wau kula SMS yang badhe wonten tamu saking Sala. Kula kesupen, nembe wau kemutan rikala rombong telpon sampun wonten perjalanan" (Tadi saya mengirim SMS memberi informasi ada tamu dari Sala. Saya lupa memberi informasi sebelumnya dan baru ingat ketika ada telepon bahwa rombongan sudah ada dalam perjalanan). Ketika Rm. Bambang mengajak beliau untuk bersama makan siang, Rm. Toto menolak karena tidak membawa suntik insulin untuk penyakit diabetesnya.

Lamunan Pesta Wajib

Santo Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja
Senin, 2 Mei 2016

Yohanes 15:26-16:4a

15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
16:1. "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.
16:3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.
16:4a. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, orang ber-Tuhan akan menjadi pejuang kebaikan umum. Dia akan medapatkan banyak teman dan pendukung.
  • Katanya, orang ber-Tuhan akan terbuka berhubungan baik dengan siapapun. Masyarakat akan menyenanginya karena keteladanan dan kebaikannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa orang yang sungguh ber-Tuhan akan berada dalam kebersamaan dengan aura relung kedalaman batin yang terungkap dan terwujud dalam hidup setia dengan nilai-nilai benar, baik dan luhur sehingga yang bersangkutan dapat mengalami berbagai penentangan bahkan bahaya maut berhadapan dengan orang-orang yang berlindung pada tradisi dan rumusan untuk mempertahankan kemapanan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan setia pada kedalaman nurani sekalipun berhadapan dengan berbagai risiko hidup.
Ah, penyelamatan diri itu penting dong.

Sabda Hidup



Senin, 02 Mei 2016
Peringatan Wajib St. Atanasius
warna liturgi Putih 
Bacaan
Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26-16:4a. BcO Kis. 21:1-26

Yohanes 15:26-16:4a:
26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." 1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. 2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. 4 Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu." (16-4b) "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,

Renungan:
Kita mendengar banyak pembantaian dilakukan oleh suatu kelompok radikal. Mereka melakukan itu entah karena apa, namun mereka mengklaim bahwa tindakan itu atas nama Allah. Mereka yang tidak sejalan dengan alirannya dianggap musuh dan layak untuk dimusnahkan. Tindakan mereka begitu kejam dan sadis.
Tuhan telah mengingatkan kita akan kehadiran kelompok seperti itu. "Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah" (Yoh 16:2). Ancaman pembunuhan itu akan terjadi dan mereka mengatasnamakan perintah Allah untuk membenarkan tindakannya.
Kita bersyukur boleh hidup berdampingan dengan sesama kita. Walau ada konflik-konflik namun rasa persaudaraan masih tetap lebih kuat. Banyak negara pun belajar pada bangsa kita bagaimana mengelola kehidupan yang toleran. Maka marilah kita syukuri kebersamaan kita dan kita doakan mereka yang berada di wilayah konflik. Semoga Tuhan menyentuh yang radikal dan melindungi yang percaya padaNya.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu. Bayangkan kisah dalam Injil Yoh. 15:26-16:4a.

Refleksi:
Tulislah pengalamanmu menjaga iman dalam hidup bersama dan meneguhkan persaudaraan antar umat manusia.

Doa:
Tuhan jagailah umatMu yang berada dalam himpitan kelompok radikal yang mengancam. Semoga mereka selamat dari ancaman yang mematikan.  Amin.

Perutusan:
Aku akan menjaga persaudaraan hidup dan mendoakan mereka yang berada dalam ancaman. -nasp-

Saturday, April 30, 2016

Sabda Hidup


Minggu, 01 Mei 2016
HARI MINGGU PASKAH VI
warna liturgi Putih 
Bacaan
Kis. 15:1-2,22-29; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Why. 21:10-14.22-23; Yoh. 14:23-29. BcO Kis. 20:17-38.

Yohanes 14:23-29:
23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. 24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. 25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; 26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. 28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. 29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.

Renungan:
Seorang anak umumnya menuruti kata-kata dari orang tuanya. Kesan saya anak tahu siapa yang mendidik mereka. Orang tua adalah pribadi yang mendidik dan menjadi panutan bagi hidupnya. Maka mereka pun menuruti kata-kata, perintah maupun larangannya.
Tuhan mengatakan, "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia" (Yoh 14:23). Mereka yang mengasihi adalah mereka yang akan paham dengan firman dan maksudnya. FirmanNya akan menuntun dia pada kehidupan sejati.
Kata-kata orang tua yang kita ikuti pada masa kecil terus bergema sampai kita beranjak dewasa. Kasih kita kepada mereka semakin menempatkan mereka sebagai panutan. Pada masa berikutnya kita pun akan dituruti oleh anak-anak kita. Maka kita pun perlu sungguh menjaga kata dan tindakan kita. Dengan begitu rasanya sejarah kasih akan menyertai kehidupan manusia.

Kontemplasi:
Pejamkan sejenak matamu. Bayangkan kasih yang kauterima dari orang tuamu. Bayangkan kala anda menjadi panutan anak-anakmu.

Refleksi:
Tulislah pengalamanmu melanjutkan generasi kasih.

Doa:
Bapa, aku mengasihiMu. Aku mendengarkan firmanMu. Semoga aku pun mampu mengamalkan kasihMu. Amin.

Perutusan:
Aku akan menjaga generasi kasih. -nasp-

Lamunan Pekan Paskah VI

Minggu, 1 Mei 2016

Yohanes 14:23-29

14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
14:25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
14:28. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang akan disebut cerdas kalau mampu mengerti yang tidak dimengerti oleh banyak orang di sekitarnya. Dia dianggap memiliki kekuatan intelektual melebihi sekitarnya.
  • Tampaknya, orang yang cerdas juga biasa memiliki kreativitas. Dengan kreativitasnya orang akan mudah mendapatkan kekaguman dari banyak orang di sekitarnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa orang yang memiliki keakraban dengan kedalaman batin akan menyadari bahwa segala pemahaman akan hal-hal yang tidak diketahui oleh banyak orang di sekitarnya sesungguhnya adalah bisikan hasil dialog dengan yang ada di dalam relung batin dan buah tindakan kreativitasnya dapat mengakibatkan perbedaan dengan pemahaman umum. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mudah bersyukur dan makin rendah hati kalau memiliki pemahaman baru.
Ah, pemahaman baru selalu membuka keuntungan finansial baru.

Friday, April 29, 2016

KENDURI DI DOMUS PACIS


Pada September 2015 para rama Domus Pacis diprihatinkan dengan beberapa kali peristiwa longsor tebing bagian barat bangunan induk yang berbatasan dengan Sungai Gajah Wong. Dengan peristiwa ini muncul bahaya besar akan runtuhnya kamar-kamar rama, karyawan, dan kamar makan yang berada di bagian barat. Dengan dibukanya rekening untuk menampung bantuan keuangan, banyak sekali warga Katolik dan beberapa warga agama/Gereja lain pembaca FB Rm. Bambang dan Blog Domus memberikan sumbangan uang. Hal ini tentu meringankan beban keuangan Keuskupan Agung Semarang untuk PEMBUATAN TALUD sepanjang 98,5M dan setinggi 13M. Pada pertengahan Maret 2016 program ini selesai. Ternyata dana uang masih tersisa sehingga dapat digunakan untuk proses mengganti kerpus bangunan induk yang sudah banyak pecah hingga membuat bocor atap-atap di banyak ruangan. Kolam penampungan air untuk kepentingan masa kemarau kini juga ada dalam proses penyelesaian.


Karena selesainya PEMBUATAN TALUD yang sungguh membuat tenang Komunitas Rama Domus Pacis, maka pada Minggu sore 24 April 2016 diadakan KENDURI bersama masyarakat sekitar warga RT 1 dan RT 2 dari kampung Puren serta tetangga yang tinggal berseberangan dengan Domus Pacis di sebelah barat Sungai Gajah Wong. Acara kenduri inilah yang membuat Domus Pacis mengalami kesibukan khusus.

A. Menyiapkan Paket Kenduri

Ini terjadi pada Sabtu malam 23 April 2016. Pada malam ini Bu Titik dari Ambarrukmo bersama Bu Didik dari Puren menyiapkan 2 meja dengan taplak khusus untuk sajian konsumsi bagi para undangan kenduri. Sementara itu di dalam bangunan induk Mas Puguh, Mas Handoko, Mbak Etik, Mbak Sri dan Bu Rini bersama karyawan Domus (Mas Heru, Mbak Tari dan Mas Abas) menyiapkan bahan-bahan sembako dan sebungkus roti dan memasukkan dalam tas sebagai paket kenduri. Paket kenduri itu terdiri dari 1 Kg beras, 1 Kg gula pasir, 2 bungkus mie instan, 1 bungkus teh,1 bungkus kopi, 1 lt. minyak goreng, 1 bungkus roti, dan 3 butir telur.

B. Acara Kenduri

Pada Minggu 24 April 2016 pada jam 16.00 para undangan kenduri mulai berdatangan. Acara dimulai pada jam 16.25 dengan proses sebagai berikut:





1. Pembuka: Rm. Agoeng yang menjadi MC membuka pertemuan kenduri.

 


 2. Sambutan: Rm. Yadi mewakili para rama Domus Pacis menyampaikan sambutan. Beliau selain menyampaikan ujub syukur selesainya pembuatan talud juga meminta maaf kalau dalam beberapa bulan mengganggu tetangga karena kesibukan pembangunan.







3. Doa: Pak Takmir menyampaikan doa secara Islam dan Pak Prodiakon Paroki secara Katolik.







 4. Pemotongan tumpeng: Rm. Bambang memotong tumpeng dan dalam 2 piring diserahkan pada 1 warga Timur Sungai dan 1 warga Barat Sungai.


 
5. Santap bersama: Semua yang hadir menyantap konsumsi yang disediakan dengan dilayani oleh ibu-ibu relawati Domus (Bu Mumun, Bu Titik Untung, Bu Sri, Mbak Sri, Bu Rini, Mbak Tari, Bu Mardanu, Bu Didik)

 



6. Penutup: Para undangan pulang dengan membawa paket kenduri. Beberapa juga membawa untuk tetangga yang tidak hadir.

Lamunan Pekan Paskah V

Sabtu, 30 April 2016

Yohanes 15:18-21

15:18. "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
15:20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.
15:21 Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, orang yang baik dan bijak adalah yang mampu dan mudah beradaptasi. Dalam tradisi Jawa dikenal sifat bijak dengan kata-kata manjing ajur ajer mancala putra mancala putri (mampu masuk dalam situasi dan kondisi apapun bersama siapapun dengan latar belakang apapun).
  • Katanya, orang yang baik dan luhur mampu bergaul dengan siapapun. Dia akan diterima oleh siapapun dengan segala latar belakangnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa bagaimanapun juga orang-orang yang biasa bergaul dengan kedalaman batin dan selalu ada dalam keeratan cinta dengan sosok gaib di relung nurani akan mengalami berbagai penderitaan berhadapan dengan orang-orang  yang hidupnya dikuasai oleh nafsu-nafsu dan kegilaan akan kekuasaan dan kekayaan materi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan siap berseberangan denga siapapun yang terlena dengan kenikmatan kekuasaan dan materi.
Ah, pada jaman sekarang materi amat penting sekali.