Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, April 19, 2014

Lamuna Hari Raya



Paskah Kebangkitan Tuhan
Minggu, 20 April 2014

Yohanes 20:1-9

20:1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
20:2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
20:4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
20:8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
20:9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, pada umumnya kaum pemimpin memiliki dunia hubungan model atas dan khusus. Segala putusan, program, dan kegiatan didasarkan pada pembicaraan tingkat teras atas.
  • Tampaknya, rakyat jelata apalagi warga perorangan masyarakat umum tidak dapat dengan mudah untuk menghadap pemimpin karena adanya prosedur struktural. Warga tanpa status sulit membayangkan dapat berjumpa langsung dengan para pemimpin.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa kepemimpinan sejati terjadi kalau para aparatnya mudah menerima informasi dari manapun asalnya sehingga rakyat jelatapun dapat enak datang kepada mereka. Dalam yang ilahi karena kemesraan dengan gema relung hati seseorang dengan status setinggi apapun akan mudah tersentuh dan tergerak karena adanya informasi baru meskipun datang dari warga jelata.
Ah, ngurusi yang remeh-remeh hanya buat repot saja.

SELAMAT PASKAH

UCAPAN PASKAH




 

HAAAAAAA ...... HEEEEEEE ........ (Rama Harjaya)





 
Halooooo ...... Halo halo haloooooo ........ (Rama Yadi)



 

Kami Komunitas Rama Domus Pacis Puren, Gang Lada, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Mengucapkaaaaan ...... (Rama Agoeng)

 

 

 

SELAMAT PASKAH 2014  (Rama Jaka)


 

Selamat menghayati KEBANGKITAN KRISTUS (Rama Harto)


 

 

Selamat memperjuangkan KEHIDUPAN BARU (Rama Tri Wahyono)






Selamat menjadikan Masa Tua Jadi Masa Menghayati Yang Baru: kalau tua tidak renta, kalau sakit tidak sengsara, andai mati masuk sorga ..... Karena menemukan hidup dan karya alternatif (Rama Bambang)

Friday, April 18, 2014

Sabda Hidup


Sabtu, 19 April 2014
MALAM PASKAH
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kej. 1:1 - 2:2; Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,13-14,24,35c; kej. 22:1-18;  Mzm. 16:5,8,9-10,11;  Kel. 14:15 - 15:1; MT Kel. 15:1-6,17-18;  Yes. 54:5-14;  Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b;  Yes. 55:1-11;  MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6;  Bar. 3:9-15,32 - 4:4;  Mzm. 19:8,9,10,11;  Yeh. 36:16-17a,18-28;  Mzm. 42:3,5bcd; 43:3,4. Rm. 6:3-11;  Mzm. 118:1-2,16ab-17,22-23; Mat. 28:1-10

Matius 28:1-10:
1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Renungan:
Dalam hatiku secara spontan bersyukur bahwa yang pertama kali menyaksikan makam kosong adalah Maria Magdalena, seorang perempuan. Karena Maria, sang perempuan, warta tentang kosongnya makam dan kebangkitan Yesus tersebar. Andai yang pertama mendapati kejadian itu Petrus mungkin berita kebangkitan ini tidak segera tersebar. Tapi jelas pengandaian ini salah, karena faktanya. Marialah yang pertama.
Perempuan adalah saksi-saksi yang luar biasa. Mereka akan menyampaikan segala peristiwa yang dialami entah itu duka atau pun suka. Di Domus Pacis, ketika para ibu mulai terlibat menyediakan masakan untuk kami maka banyak orang pun tergerak untuk terlibat. Hati yang penuh cinta dari mereka intuk para imamnya yang telah berada di rumah sepuh memikat banyak orang untuk berbagi hati juga.
Paskah adalah puncak kebahagiaan kita yang mengimani Yesus Kritus. Dia yang kita imani sungguh telah bangkit dan hidup. Kebahagiaan ini selayaknya disampaikan dan didengar oleh siapapun. Maka belajar dari Maria Magdalena kita bergembira dalam iman kita dan bergairah dalam mewartakan Kristus. Tuhan telah bangkit!

Kontemplasi:
Bayangkan perjumpaan Maria dengan Yesus Kristus dan pengaruhnya bagi hidupnya. Ingatlah perjumpaanmu dengan Tuhan Yesus dan pengauhnya bagi hidupmu.

Refleksi:
Apa arti Paskah bagimu dan apa pengaruh Paskah bagi hidupmu?

Doa:
Ya Yesus semoga kebangkitanMu mengobarkan semangat imanku dan menggairahkan jiwa pelayananku Amin.

Perutusan:
Aku bergembira karena Tuhan telah bangkit
#Selamat Hari Raya Paskah#

Thursday, April 17, 2014

KEMBALIKAN KE DOMUS




Pada hari Senin 15 April 2014 jam 07.50 Bu Riwi, dari Paroki Minomartani, mengirim SMS kepada Rama Bambang “Slmt pagi rm, nywn pangapunten, utk hari jumat 18 April, jdwl masak b slamet, dalem konduraken domus, amargi jumat agung misa pukul 15.00 (14.00 sampun dumudi grijo), mboten saget anggenipun masak. Matrnuwun, Berkah Dalem” (Selamat padi rama, minta maaf. Untuk jadual masak Bu Slamet hari Jumat 18 April saya kembalikan ke Domus Pacis, karena Jumat Agung misa pukul 15.00 dan jam 14.00 harus sudah di gereja. Tidak ada kesempatan untuk masak. Terima kasih, Berkah Dalem). Rama Bambang tentu saja memahami kesibukan para aktivis paroki selama Pekan Suci. Hal ini juga terjadi pada Bu Rini dari Sleman yang juga aktivis Gereja di Paroki Medari. Karena ada tugas Misa Minggu Palma yang dimulai jam 17.00, beliau mengembalikan giliran masak pada Sabtu sore 13 April 2014.

Istilah “mengembalikan” giliran masak ke Domus Pacis memang menjadi kata-kata tekhnis bila ada yang berhalangan. Hal ini berkaitan dengan upaya Domus untuk tidak terlalu memberati para relawati dan relawan yang menyediakan masakan untuk para penghuni Domus. Dulu beberapa kali terjadi bahwa mereka yang berhalangan kemudian memesan menu ke lain tempat dan rama Domus mengetahui ada pengeluaran ekstra terlalu banyak. Maka setiap ada yang berhalangan Rama Bambang sebagai koordinator penyediaan masakan Domus meminta agar tugas penyediaan dikembalikan ke Domus Pacis. Domus kemudian mengupayakan sendiri dan biasanya dengan membeli ke warung-warung yang sajiannya tidak membutuhkan tambahan beaya besar. Untuk bulan April ini ternyata Bu Riwi juga berhalangan untuk tanggal 29 dan 30 pagi. Hal ini dinyatakan lewat SMS yang diterima oleh Rama Bambang yang sedang berada di Kelor, Wonosari Gunung Kidul, pada tanggal 17 April 2014 jam 11.04. Bu Riwi menulis “Rm, nywn sewu malih, tgl 29 dan 30 pagi masak domus dalem konduraken, amargi dalem dateng Bali. Tgl meniko giliran b didit kaliyan b lina, nanging dalem biasanipun ingkang ngantar. Matrnumun” (Rama, sekali lagi minta maaf. Tanggal 29 dan 30 pagi giliran masak saya kembalikan, karena saya pergi ke Bali. Itu adalah tanggal giliran Bu Didit dan Bu Lina tetapi biasanya saya yang mengantar. Terima kasih).


Lamunan Pekan Suci



 
Jumat Agung, 18 April 2014

Yohanes 18:1-19:42
(karena terlalu panjang, maka pembaca dimohon dalam naskah yang dimiliki)

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, dalam agama pada umumnya Tuhan digambarkan sebagai yang maha dalam segalanya. Semesta termasuk dunia dengan segala makhluk dan isinya adalah ciptaan yang berada di bawah kuasa-Nya.
  • Tampaknya, karena segala kemahaan yang dimiliki-Nya Tuhan tidak mungkin berada dalam rekayasa dan kemauan manusia. Tuhan tak dapat diatur oleh manusia bahkan sebaliknya manusialah yang segala damai atau susahnya berada di telapak tangan Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa kesejatian Tuhan adalah kemahabisaan-Nya untuk berada sama dengan manusia bahkan ikut ditentukan oleh kemanusiaan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dapat mengalami kesejatian hidup yang kemuliaannya justru terdapat dalam kekuatan menanggung derita dan sengsara karena adanya ketamakan dan ketidakadilan.
Ah, masakan Tuhan ditentukan oleh ciptaan.

Wednesday, April 16, 2014

DOMUS DI TRIHARI SUCI


"Rama, Tri Hari Suci niki mbantu pundi?" (Rama, Tri Hari Suci ini membantu mana?) tanya Rama Bambang Rabu 16 April 2014 kepada Rama Agoeng yang menjawab "Wonten Sragen" (Di Paroki Sragen). Rama Agoeng adalah yang paling banyak membantu paroki dalam perayaan ekaristi pada hari Minggu. Memang, kalau pas ada acara Komsos dan Domus Pacis beliau dapat menolak permintaan Misa Minggu di Paroki. Maka untuk Pekan Suci, dari Minggu Palma hingga Paskah, Rama Agoeng pasti akan berada di paroki. Pada Minggu Palma tahun ini beliau membantu Paroki Sumber. "Ketingale Rama Yadi kosong. Dhek kula nyuwun pirsa mbantu pundi, panjenenganipun ngandika 'Kula pun mboten payu'. Ketingale ajeng nekani Kalasan ingkang mbokmenawi ngagem iringan gamelan. Panjenenganipun badhe ngemataken kendhangan amargi nembe memperdalam kemampuan ngendhang" (Tampaknya Rama Yadi kosong tidak membantu manapun. Ketika saya tanya membantu mana, beliau berkata 'Saya sudah tak laku'. Tampaknya beliau akan ikut misa di Kalasan yang mungkin diiringi musik gamelan. Beliau akan memperhatikan permainan kendhang karena kini sedang memperdalam kemampuan memainkan kendhang) kata Rama Bambang lebih lanjut.

"Ada kabar gembira, lho. Rama Jaka akan ikut konselebrasi memimpin misa" kata Rama Agoeng. "Wela, teng pundi?" (Di mana) tanya Rama Bambang yang langsung mendapatkan jawaban "Teng Pringwulung" (Di Paroki Pringwulung). "Yen ngaten mboten kondur teng Kalinegara?" (Kalau begitu tidak pulang melayani misa di Kalinegara?) Rama Bambang terus bertanya karena biasanya Rama Jaka akan pulang ke keluarga pada hari-hari besar Gereja dan melayani misa di Stasinya. "Kalinegara pun dilayani Rama Tejo saking Pastoran Sanjaya Muntilan" (Kalinegara sudah dilayani oleh Rama Tejo dari Pastoran Sanjaya Muntilan) Rama Agoeng menjelaskan. Rama Bambang, yang selama Tri Hari Suci akan membantu Paroki Kelor di Gunung Kidul dan menginap di sana, masih memberi informasi kepada Rama Agoeng "Rama Harto sampun wonten ingkang badhe ndhampingi tumut misa ing Pringwulung. Malam Paskah saestu damel gambiranipun amargi salah satunggal katekumenipun badhe ndherek dipun baptis" (Rama Haro sudah ada yang akan mendampingi untuk ikut misa di Paroki Pringwulung. Pada malam Paskah nanti salah satu katekumen yang didampingi akan ikut dibaptis).

Sabda Hidup

Kamis, 17 April 2014
KAMIS PUTIH
Bacaan:
Kel. 12:1-8,11-14; Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18; 1Kor. 11:23-26; Yoh. 13:1-15

Yohanes 13:1-15:
1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. 2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. 3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. 4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. 6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" 7 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." 8 Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." 9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" 10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." 11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih." 12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? 13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. 14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; 15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.


Renungan:
"Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya" (Yoh 13:4). Membaca ayat ini bayangan saya adalah Yesus melepaskan kebesaranNya sebagai seorang guru demi membersihkan para muridNya. Sang Guru yang semestinya dilayani murid-murid-Nya, memakai kain dan membersihkan kaki para muridNya. Jubah lambang kebesaran ditanggalkan dan diganti dengan kain pelayan yang melayani.
Posisi tinggi, kebesaran kuasa tampaknya memikat banyak orang. Dalam setiap level kehidupan seseorang ingin menjadi lebih besar dari yang lain, walau sering ungkapan yang muncul berbeda dengan yang diimpikan. Dalam kelompok karyawan kecil pun ada satu dua orang yang pingin menonjol dari yang lain. Bahkan dalam lembaga agama sekalipun ada dorongan untuk menjadi lebih besar dari yang lain. Keinginan akan kebesaran itu seringkali menjadi cahaya goda yang menyilaukan bahkan membutakan matanya untuk melihat sesama dengan baik.
Belajar dari tindakan Yesus ini kita perlu melepaskan pandangan kita pada cahaya goda yang menyilaukan itu dan menatap secara dekat "kaki" sesama kita yang perlu dibersihkan. Kita melepaskan pandangan pada kebesaran yang menyilaukan dan berani melihat kesederhanaan yang merupakan realitas hidup yang perlu segera disikapi.

Kontemplasi;
Bayangkan engkau memandang matahari, lalu memandang kembali segala sesuatu yang ada di dekatmu. Gelap. Tahan beberapa saat sampai penglihatanmu normal. Lebih indah menatap matahari terang atau realitas di depanmu.

Refleksi:
Hal-hal apa yang seringkali menyilaukan matamu dan membuatmu sulit melihat dan menyikapi realitas di depanmu.

Doa:
Ya Yesus semoga aku lebih berani berkotor melayani sesamaku daripada selalu silau dengan kebesaran tanpa peka dengan realitas yang nyata. Amin.

Perutusan:
Aku mengarahkan pandanganku pada realitas di sekitarku dan bergerak terlibat di dalamnya.