Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, July 6, 2015

Berapa Jam Tidur yang Ideal untuk Lansia?

Berapa Jam Tidur yang Ideal untuk Lansia?
Lamanya tidur lansia (Foto: Ryrd)
Marieska Harya Virdhani Jurnalis

SEMAKIN tua usia seseorang, maka semakin sedikit pula jumlah waktu tidur mereka. Genetic Clock Teory menyebutkan, setiap manusia mengalami penurunan jam tidur. Sama halnya dengan baterai yang suatu saat akan habis, begitupun pada manusia khususnya lansia.

Doktor Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Joni Haryanto menuturkan setiap lansia memiliki waktu tidur ideal yakni selama enam jam. Lamanya waktu tersebut untuk siang maupun malam. "Kalau hanya empat jam harus dinaikan, malam dan siang. Yang terpenting adalah tidur malam hari," jelasnya di Kampus UI Depok, baru-baru ini.

Namun lanjutnya, lansia umumnya selalu terbangun setiap malam lantaran harus buang air kecil yang terbilang sering.

"Karena pada saat malam harus buang air kecil, kandung kemih tua selalu ada residu , dampaknya selalu keluar buang air kecil," terangnya.

Jika gagal tidur selama enam jam, lanjut Joni, berarti lansia mengalami insomnia. Joni menyebut waktu tidur lansia terbagi menjadi tiga kategori, yakni tak bisa tidur awal, terbangun di tengah tidur malam, dan ada pula yang bersifat terminasi insomnia pada akhir sekira pukul 03.00 hingga pagi.
"Gangguan tidur atau kurangnya kualitas tidur menyebabkan pagi hari badan tak enak, emosi labil, mudah jatuh," tuturnya.

Ia menambahkan banyak lansia alami insomnia. Cara agar mendapatkan kualitas tidur yang berkualitas, tak jarang lansia mengonsumsi minuman untuk membangkitkan serotonin. "Ada kandungan yang membuat orang mudah tidur seperti minum teh camomile atau susu, karena mengandung serotonin sebagai neurohormonal digunakan awal tidur, supaya awal bisa tidur," tutupnya.

(ren)

Sabda Hidup



Selasa, 07 Juli 2015
Maria Romero Meneses
warna liturgi Hijau 
Bacaan
Kej. 32:22-32; Mzm. 17:1,2-3,6-7,8b,15; Mat. 9:32-38. BcO 1Sam. 19:8-10; 20:1-17

Matius 9:32-38:
32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. 33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." 34 Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan." 35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. 37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. 38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Renungan:
Suatu kali seorang teman yang tinggal di pedalaman bercerita bagaimana mereka mengelola imannya. Tiap kali umat mengadakan pertemuan dan ibadat dipimpin oleh ketua di daerahnya. Imam hanya datang beberapa bulan sekali. Kehadiran imam untuk merayakan ekaristi menjadi berkah bagi umat. Ia pun sangat rindu merayakan ekaristi. Maka ia juga heran dengan orang-orang yang mempunyai banyak kesempatan tapi tidak mengambilnya.
Dalam kisah lain di kota besar ada sebuah paroki dengan jumlah umat yang cukup banyak. Umat jarang sekali bisa bertatap muka secara dekat dengan imamnya. Mereka hanya bertemu kala merayakan ekaristi, walau tetap tidak bisa bertemu muka dekat.
Dua kisah itu memberi gambaran kurangnya imam untuk pelayanan iman umat. Maka marilah kita serukan kata-kata Yesus, "Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu" (Mat 9:37).

Kontemplasi:
Duduklah di tempat hening. Datanglah kepada Yesus dan mintalah padaNya untuk mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian.

Refleksi:
Bagaimana mengembangkan panggilan imamat?

Doa:
Tuhan semoga banyak remaja dan pemuda tergerak untuk mengikuti panggilan menjadi imamMu. Amin.

Perutusan:
Aku akan merelakan keluarga atau anak menjadi imamNya. -nasp-

Lamunan Pekan Biasa XIV

Selasa, 7 Juli 2015

Matius 9:32-38

9:32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.
9:33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel."
9:34 Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."
9:35. Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, dengan menolong orang lain terlepas dari penderitaan orang dapat mengharapkan ucapan terima kasih. Orang dapat menjadi jengkel kalau sudah menolong tetapi yang ditolong hanya tak acuh dan mengganggap sepele pertolongannya.
  • Tampaknya, orang juga dapat amat marah kalau pertolongannya terhadap yang menderita dikomentari sebagai jalan mencari popularitas. Orang pun dapat menghentikan upaya pertolongan karena tuduhan-tuduhan maksud jahat yang diarahkan kepadanya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa kesejatian pertolongan terhadap kaum penderita hanyalah salah satu wujud dari kedalaman batin yang ceria dan terdorong untuk selalu membawa keceriaan di manapun berada sehingga tidak akan berhenti berbuat baik sekalipun terganggu oleh tuduhan-tuduhan jahat. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang tetap akan mengembangkan kepedulian sosial sekalipun ada berbagai tantangan dan ancaman.
Ah, pertolongan harus dihentikan kalau hanya membuat banyak orang berpikir negatif.

Sunday, July 5, 2015

BUNGKUSAN ISI RAMA HARTO?


Sebuah gambar foto ditunjukkan oleh Rama Bambang kepada Bu Rini, salah satu relawati Domus Pacis. "Siapa ini yang meninggal?" tanya Bu Rini yang hanya dijawab dengan tawa oleh Rama Bambang. Ketika kejadian ini diceriterakan oleh Rama Bambang di kamar makan pada Sabtu siang 4 Juli 2015, Rama Harto, Mbak Tari dan Mas Abas juga tertawa geli. "Foto apa ta?" (Foto apa) Rama Hantoro bertanya dan Rama Bambang menjawab "Brongsongan Rama Harto" (Bungkusan isi Rama Harto) dan yang lain tertawa lagi. Sudah sekitar 2 minggu ini Rama Harto menjalani terapi 2 kali seminggu. "Terapine pripun ta, rama?" (Bagaimana proses terapinya) Rama Bambang bertanya kepada Rama Harto dan mendapat jawaban "Ngangge digosok-gosok arak" (Pakai digosok arak). Mas Abas kemudian menyambung menjelaskan "Pisanan digosok arak. Bar niku dibungkus plastik lan dinyet-nyet. Akhire dikop" (Mula-mula badan digosok dengan olesan minyak arak. Sesudah itu badan dibalut dengan plastik dan dipijat-pijat. Dan tahap terakhir di-kop). Rama Bambang hanya tahu bahwa sesudah selesai Rama Harto akan basah keringat. "Ning ampun lali awake terus dilatih dengan gerak-gerak" (Tapi jangan lupa berlatih dengan menggerak-gerakkan badan) kata Rama Hantoro.

Lamunan Pekan Biasa XIV

Senin, 6 Juli 2015

Matius 9:18-26

9:18. Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."
9:19 Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
9:20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
9:21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
9:22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
9:23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
9:24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.
9:25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
9:26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, kalau sudah menderita sakit bertahun-tahun dan dengan berbagai macam pengobatan tak tersembuhkan, orang dapat menyerah terhadap keadaan. Orang dapat beradaptasi terhadap kenyataan yang tak sesuai dengan keinginan dan harapan.
  • Tampaknya, kalau penyakit tak tersembuhkan dan akhirnya meninggal dunia, ini dipandang sebagai peristiwa yang memastikan akhir hidup. Orang sudah tak dapat mencari berbagai upaya alternatif untuk hidup.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa meskipun menderita kegagalan dalam berbagai upaya untuk memperoleh kesejahteraan bahkan menurut pandangan umum sudah terpuruk tak tertolong lagi tetapi memiliki hati penuh dengan tonggak-tonggak kekokohan kedalaman batin, orang akan mengalami hal di luar nalar umum yang memenuhi dambaan jiwanya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang tak akan mengalami kehampaan harapan di tengah segala derita dan keterpurukannya.
Ah, orang harus siap punya nasib buruk.

Sabda Hidup



Senin, 06 Juli 2015
St. Maria Goretti
warna liturgi Hijau 
Bacaan
Kej. 28:10-22a; Mzm. 91:1-2,3-4,14-15ab; Mat. 9:18-26. BcO 1Sam. 17:57-18:9,20-30

Matius 9:18-26:
18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." 19 Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. 21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. 23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, 24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. 25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. 26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Renungan:
Kata seorang kepala rumah ibadat kepada Yesus, "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup" (Mat 9:18). Ia menaruh keyakinan pada Yesus. Ia percaya Yesus akan menghidupkan anaknya yang telah mati. Umumnya orang tua akan tinggal di rumah kala ada anaknya meninggal dunia. Namun keyakinan dan kepercayaanNya pada Yesus membuat sang kepala rumah ibadat pergi meninggalkan jenasah anaknya dan menemui Yesus.
Saya tertarik dengan tindakan kepala rumah ibadat ini. Dalam duka ia punya harapan. Dan dalam situasi seperti itu ia bergerak menggapai harapannya. Sering kita pun berada dalam situasi murung, sedih dan duka. Namun belajar dari kepala rumah ibadat ini marilah kita tetap mempunyai harapan dan bergerak mewujudkannya.

Kontemplasi:
Pejamkan sejenak matamu. Bayangkan kala dirimu berduka. Temukan harapan yang menggerakkanmu untuk bangkit.

Refleksi:
Roh kebangkitan apa yang kumiliki untuk bangkit dari situasi duka?

Doa:
Ya Yesus semoga aku mampu menemukan harapan dan bergerak mewujudkannya kala dilingkupi suasana duka. Amin.

Perutusan:
Aku akan bangkit bergerak walau masih berada dalam duka.-nasp-

Saturday, July 4, 2015

Resep Rahasia dari NTT Mengobati Gagal Ginjal, kanker lidah sampai pemulihan eks Pecandu Narkoba Ternyata Hanya Butuh 3 Bahan Sadja...

diambil dari http://www.vvanita.org/2015/05/resep-rahasia-dari-ntt-mengobati-gagal.


Sumber Dwi Wahyono : All, ini ada sharing dari teman

Kemarin waktu aku tugas ke NTT aku lihat Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pak John Walingson Purba tampak segar bugar bersih putih kulitnya dan sehat sekali. Saya bertegur sapa dgn beliau "Bapak terlihat sehat sekali Pak". Setelah itu beliau berceritera : "ya dulu memang sy sakit gagal ginjal dahulunya dan sy hrs cuci darah. Bahkan asam urat sy mencapai 14. Dokterpun sdh angkat tgn dgn penyakit sy ini. Namun sekrg sy sembuh total hanya dgn mengkonsumsi ramuan yg diberikan oleh Sinshe sy...
Gambar: Bawang Putih Tunggal
Ramuan itu adalah :
1. 11 (sebelas) siung bawang putih tunggal
2. 2 (dua) siung bawang bombay
3. 3 (tiga) bh jeruk nipis (bukan jeruk lemon)

Ketiga bahan tersebut diblender semua menjadi satu. Utk jeruk nipisnya diblender semua beserta kulit dan biji bijinya sekalian. Nah ramuan herbal tersebutlah yg dikonsumsi sehari 3x 1 sendok mkn seblm mkn. Walhasil pak Kajati sembuh total dari penyakit gagal ginjalnya tersebut dan ramuan itulah yg ditularkan kpd kami Tim Inspeksi Umum dari Jkt. Kata beliau sang Shinse nya berpesan kalau sdh sakit apapun mengkonsumsi ini akan sehat. Sekalipun dokter sudah memvonis tdk bakalan sembuh.

Sepulang dari Kupang pak Irmud Intel Pidsus Tjahyo Aditomo lsg membuat ramuan tersebut dan walhasil semua keluhannya hilang. Rasa kantuk yg selalu melanda saat jam jam kerja jadi hilang sama sekali. Begitu juga linu2 di tgn. Beliaupun punya anak yg divonis dokter mengalami gejala kangker lidah. Namun ajaib setelah mengkonsumsinya jadi sembuh sama sekali.

Satu lagi Pemeriksa Datun bu Riama Sihite punya pembantu eks pecandu narkoba. Tekanan darahnya selalu di atas 200/100 lbh. Setiap bgn pagi selalu tdk bisa lsg duduk dan hrs pelan2 utk bisa duduk. Maka itu dia srh sang pembantu itu bikin ramuan tersebut dan mengkonsumsinya sebagai uji coba. Setelah dikonsumsi selama 2 minggu sang pembantu itu lsg kencing darah dan setelah itu tensi nya jadi normal memjadi 125/70.