Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, November 25, 2014

KAKEK NENEK INGIN DISAYANG CUCU?

Ditulis oleh Pangesti dalam http://id.theasianparent.com

Jadi kakek nenek terkadang serba salah. Terlalu memperhatikan cucu, terkadang dibilang ikut campur, kelewat cuek juga tidak baik. Ini kiatnya agar disayangi cucu dan juga tidak berbenturan dengan anak dan menantu:

shutterstock 88177696 Kakek Nenek Ingin Disayang Cucu?

• Pahami dulu kehadiran seorang cucu di dalam keluarga. Kenali hubungan dan peran Anda sebagai kakek atau nenek. Orang seringkali lupa bahwa terdapat perbedaan besar antara menjadi orang tua dan menjadi kakek-nenek. Bagaimana pun juga, cucu adalah anak dari kedua orang tuanya, sehingga seluruh tanggung jawab pendidikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tuanya. Jika hubungan ini tidak dipahami dengan jelas, biasanya akan timbul konflik antara kakek nenek dengan orang tua si cucu. Seringkali orang tua si cucu merasa kakek nenek terlalu mencampuri dalam hal mengurus anak. Hal ini bisa dihindari dengan memberikan kebebasan pada orang tua untuk mendidik anak. Kakek dan nenek sebaiknya mengambil sikap tut wuri handayani, mendukung saja dari belakang. Jika memang dirasakan perlu boleh juga memberikan masukan yang sifatnya mengingatkan saja.

• Jika cucu akan segera lahir, persiapkan diri untuk menjadi kakek dan nenek. Utarakan perasaan anda kepada orang tua si cucu. Bersikap tepat sebagai kakek nenek akan menjadi kunci keharmonisan hubungan antara kakek-nenek, orang tua dan cucu.

• Komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam berhubungan dengan cucu. Bila perlu dengarkan nasehat dari para kekek nenek yang pernah melakukan kesalahan. Jadikan cermin bagi diri sendiri.

• Usahakan untuk terus berhubungan dengan cucu dan orang tuanya. Jika jarak memisahkan Anda, belajarlah menggunakan e-mail, atau manfaatkan sarana fax. Jika memungkinkan telepon seminggu sekali.

• Tetaplah berhubungan baik dengan keluarga besan dan orang tua cucu Anda. Semua orang tua baru sering mengalami rasa tidak percaya diri sehingga mereka memerlukan dukungan Anda—bukan kritik. Orang tua harus dibiarkan melakukan kesalahan sendiri agar bisa mengambil hikmah seperti yang dulu Anda alami. Ingat, seringkali nasehat yang terbaik adalah tidak memberi nasehat.

• Untuk menjadi kakek nenek yang baik, terkadang harus melakukan perubahan sifat dan sikap. Bukalah pikiran Anda dari gaya berpakaian, musik dan tatanan rambut yang baru ataupun yang nyeleneh.

• Kesalahan yang umumnya terjadi adalah kakek nenek tidak menghabiskan banyak waktu dengan cucu. Lakukan acara kumpul-kumpul. Berikan perhatian secara personal. Jangan ragu menjadi tempat curhat sang cucu. Jika masalahnya menyangkut konflik dengan orang tuanya, pikirkan cara yang terbaik untuk menyampaikannya agar tidak tersinggung.

• Berbagilah dengan dunia mereka. Walaupun dunia Anda sangat berbeda dengan cucu, namun sebenarnya ada banyak hal yang sama di antara Anda. Hadirilah pertandingan bola, resital, atau kegiatan mereka selagi memang memungkinkan. Sesekali mintalah cucu mengajak teman-temannya menemui Anda.

• Berbagilah kisah masa anak-anak Anda dulu juga kenangan akan kakek dan nenek Anda dulu kepada cucu. Dorong minat sang cucu untuk mengetahui tentang sejarah keluarga.

• Hilangkan kata “harus” dari kamus Anda. Bukan tanggung jawab kakek nenek untuk memberitahu cucu apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Disiplin memang perlu, tetapi tidak ada salahnya sesekali bersikap fleksibel.

• Berikan contoh dengan sikap daripada omongan. Praktekkan kehidupan yang seimbang dan aktif. Perlihatkan walaupun Anda sudah berusia lanjut, namun hidup bisa tetap penuh dengan aktifitas dan makna.

Lamunan Pekan Biasa XXXIV

Rabu, 26 November 2014

Lukas 21:12-19

21:12 Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
21:13 Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
21:14 Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
21:15 Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.
21:16 Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh
21:17 dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
21:18 Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang.
21:19 Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, karena orang pada umumnya merindukan ketentraman, maka segala ancaman dan konflik dipandang sebagai keburukan. Ancaman dan konflik dianggap mengganggu kehidupan.
  • Tampaknya, berhadapan dengan berbagai ancaman dan konflik orang dapat berjuang untuk menunjukkan diri sebagai baik dan benar. Dia dapat menyusun berbagai argumen untuk menghadapinya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa segala ancaman dan konflik sejatinya adalah kesempatan bagi orang untuk menjalani jati diri hidupnya yang harus selalu mengalir dari kedalaman hatinya sehingga orang justru harus hadir dari dalam keheningannya dan bukan dari reka nalarnya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang cukup bertahan untuk melandaskan diri pada aura kedalaman batinnya.
Ah, bagaimanapun konflik itu merusak hidup.

Monday, November 24, 2014

BLUSUKAN ILAHI


Ini berkaitan dengan program Jagongan Iman dari Domus Pacis untuk pendampingan Kaum Tua Pewarta dalam 12 kali pertemuan a 2 jam. Program ini menjadi pendalaman iman yang melandaskan diri pada Syahadat Katolik dengan pegangan Katekismus Gereja Katolik (KGK). Pada Kamis 20 November 2014  yang terjadi adalah pertemuan keempat Kelompok Imogiri di rumah keluarga Bapak Warsito. Pokok yang dibicarakan adalah kepercayaan akan Tuhan Yesus Kristus "yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus disalibkan, wafat, dan dimakamkan".

Ketika para peserta diminta untuk menjelaskan pokok tersebut dengan pemahaman sendiri, sesudah pembicaraan dalam 4 kelompok kecil, muncul beberapa pemahaman dan soal.
  • Pemahaman:  1) Itu adalah Tuhan yang "blusukan" karena cintanya pada umat. Semua untuk memberi keteladanan bagaimana menjadi manusia yang menghormati Pencipta dan kehidupan. "Blusukan" ini adalah peristiwa nyata karena ada data pada zaman Pontius Pilatus. "Blusukan" ini membawa konsekuensi mendapatkan hukuman terhina, yaitu salib.; 2) Yesus sungguh mencintai manusia. Yesus taat pada Allah untuk menebus/menyelamatkan manusia agar mendapatkan kebahagiaan di sorga. Dan peristiwa itu menunjukkan bahwa Yesus sungguh-sungguh wafat.
  • Persoalan: Di mana letak penyelamatan kalau yang terjadi adalah kesengsaraan?; Putra Allah kok bisa wafat? Mengapa tak wafat saja sebelum disalib yang menjadi penderitaan berat?; Apakah Allah merencanakan kesengsaraan? Apa alasan pokok agama sehingga Yesus dihukum mati?; Apa makna semua itu untuk Gereja?; Apa yang mendorong Yesus konsisten?; Apa Yesus benar-benar wafat?
Dari semua usaha menjelaskan, ternyata CINTA menjadi kata kunci. Semua yang terjadi bersumber dari "cinta" dan bertujuan untuk men"cinta"i. Kehadiran Yesus di dunia adalah "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yoh 3:16). Allah pada hakikatnya memang Sang Kasih sendiri (bdk 1 Yoh 4:8). Semua yang terjadi pada Yesus adalah model kasih Allah sehingga "blusukan" menyelami dan menjalani semua yang ada pada manusia kecuali dalam hal dosa. Wafat Yesus adalah peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi, karena tanpa wafat bagaimana terjadi kebangkitan. Bagi orang Kristiani kebangkitan adalah inti dari iman yang dihayati dan diwartakan sebagai misteri Paska. Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 571 menyatakan "Misteri Paska salib dan kebangkitan Kristus adalah jantung warta gembira yang harus disampaikan para Rasul dan Gereja sebagai penerusnya kepada dunia. Dalam kematian Putera-Nya Yesus Kristus, rencana keselamatan Allah terpenuhi "satu kali untuk selama-lamanya." (Ibr 9:26)." Semua persoalan dapat dipahami berdasarkan kata kunci "cinta" dan gambaran "blusukan" dari tindakan ilahi. Bahwa Yesus di mata agama pada waktu itu mendapatkan tindakan keji, hal ini dapat dilihat dalam KGK no. 576: "Dalam mata banyak orang di Israel, Yesus rupa-rupanya melanggar keyakinan mendasar dari bangsa terpilih itu:
- melawan ketaatan kepada hukum dalam segala perintah yang tertulis dan, untuk orang Farisi, dalam penjelasan yang diberikan oleh tradisi lisan;
- melawan tempat sentral kanisah Yerusalem sebagai tempat suci, tempat tinggal Allah secara khusus;
         - melawan iman akan Allah yang Esa, yang pada kemuliaan-Nya tidak seorang pun dapat  
           mengambil bagian."

Sabda Hidup

Selasa, 25 November 2014
Katarina dr Aleksandria, Elisabet dr Reute
warna liturgi Hijau
Bacaan:
Why. 14:14-20; Mzm. 96:10,11-12,13; Luk. 21:5-11. BcO Dan. 6:5-28

Lukas 21:5-11:
5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: 6 "Apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." 7 Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" 8 Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. 9 Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." 10 Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, 11 dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.

Renungan:

Dalam banyak kesempatan saya menemui aneka macam bangunan Gereja yang sangat indah. Ada yang besar dan luas dan ada pula yang kecil dan mungil. Ada yang di tanah lapang dan ada pula yang nempel di tebing batu. Mungkin seperti orang-orang yang ditegur Yesus kala mengagumi bait Allah (bdk. Luk 21:6) begitu pula aku terkagum-kagum dengan geraja-gereja tsb.
Namun ternyata daya ingatku akan bangunan-bangunan indah itu kalah lama dibanding dengan suatu peringatan natal di suatu stasi. Gerejanya sangat kecil. UmatNya tidak banyak tapi memenuhi seluruh gereja. Dengan nada yang tak selalu tepat mereka bersemangat sekali mengidungkan lagu-lagu liturgi natal dengan iringan rebana (Sloka dalam istilah Jawa katolik). Selesai misa mereka bersatu dalam perjamuan sederhana, akrab dan penuh kesukaan.
Siapapun bisa membuat bangunan yang indah. Namun siapapun, rasaku, bisa juga membangun suasana persekutuan yang hidup dan semangat. Bangunan yang indah dan kokoh bisa menginspirasi kita membangun persekutuan yang hidup, segar dan kuat. Andai bangunan runtuh oleh badai dan perang, mereka yang telah kuat persekutuannya akan bangkit. Sebaliknya kala persekutuan tak terbangun gedung gereja yang indah akan terasa kusam, mati dan runtuh (bdk. Luk 21:6).

Kontemplasi:

Pejamkan mata dan hadirkan segala jerih lelahmu dalam mewujudkan dirimu sebagait bait Tuhan.

Refleksi:

Apa hal-hal pokok dalam membangun persekutuan umat beriman?

Doa:
Ya Tuhan semoga aku tidak hanya berhenti mengagumi gereja-Mu namun terus berpacu menghadirkan karya keselamatanMu. Amin.

Perutusan:
Aku mau menjaga keharmosisan gedung gereja dengan kesatuan Gereja.

Sunday, November 23, 2014

6 PEDOMAN TAMPIL MUDA UNTUK PARA LANSIA

dari https://www.google.com; ilustrasi dari koleksi Blog Domus

Umur adalah masalah perasaan, bukan masalah tahun. Oleh sebab itu tak heran bila beberapa pria/ wanita lanjut usia masih tetap bertingkah seperti anak muda. Tampil muda meski usia lanjut sih boleh-boleh saja, selama mengikuti beberapa patokan berikut.

1. Gagal soal tren warna busana

Tren pastel sedang di depan mata, namun bila warna ini kurang pas untuk rona kulit, seseorang hanya akan terlihat semakin tua dan loyo. Daripada mengejar tren yang selalu datang dan pergi, lengkapi koleksi busana dengan warna dasar klasik kuat semacam hitam, navy, abu-abu, olive, cokelat, dan putih. Setelah itu, gunakan warna berat seperti merah, ungu, emas, atau emerald untuk memeriahkannya. Baru tambahkan aksesori nuansa pastel seperti tote cantik, anting statement, hingga pointy-toe pump.

2. Busana terlalu trendy

Tampil trendy tentu tak mengapa bila Anda punya banyak uang. Namun bagi yang tidak, ada baiknya Anda tidak mengikuti tren yang mudah berlalu begitu saja. Adopsi saja tren tak lekang oleh zaman seperti busana berbahan kulit, militer, motif bunga, kotak-kotak, rok pensil, hingga celana kain.

3. Busana tidak sesuai ukuran

Beberapa dari kita menyayangi busana atau aksesori tertentu yang sebenarnya tidaklah terlalu pas untuk dikenakan, entah karena harganya mahal atau pemberian seorang terkasih. Beberapa mungkin ukurannya terlalu besar, lainnya kekecilan sehingga tidak bisa terkancing. Jika memang ingin dikenakan, adakan perbaikan dengan membawanya ke penjahit sehingga busana tersebut tetap layak dan enak dipandang ketika dipakai.

4. Menghindari sabuk

Busana longgar memang nyaman namun kadang kurang ramah bagi penampilan. Tambahkan sabuk agar kesan langsing tetap didapat. Dan sabuk juga dapat diberdayakan untuk mempercantik tampilan jaket ketika musim dingin tiba.

5. Berpenampilan terlalu muda

Mengenakan sesuatu yang seharusnya dipakai putri atau bahkan cucu Anda jelas merupakan big no no. Jika usia Anda 50 tahun namun berdandan seperti gadis 9 atau 19 tahun, maka hal ini bukannya dapat menyamarkan usia, malahan membuatnya tambah kentara.

6. Salah padu padan busana

Mengenakan atasan dan bawahan yang tidak 'berjodoh' bisa jadi musibah besar bagi siapapun. Aturan baku agar siluet tubuh tampak indah adalah saat mengenakan bawahan skinny, padukan dengan busana lebih longgar, atau sebaliknya.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Andreas Dung Lac, Imam dan kawan-kawan Martir
Senin, 24 November 2014

Lukas 21:1-4
21:1 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
21:2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
21:3 Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
21:4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, dalam kebersamaan kelompok dan organisasi nirlaba segala kebutuhan ditanggung bersama para anggotanya. Partisipasi dari kaum kaya sungguh dipandang amat meringankan bersama karena pemberian uangnya yang dipandang banyak.
  • Tampaknya, keanggotaan kaum kaya dalam kelompok dan organisasi nirlaba akan dipandang sebagai kekuatan. Kaum kaya dengan segala pemberiannya akan membuat kelompok dan organisasi ini terpandang dengan segala tampilan dan fasilitasnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa dalam hal sumbangan finansial sesedikit apapun yang diberikan kaum miskin memiliki bobot jauh lebih besar dibandingkan dengan sebanyak apapun yang diberikan kaum kaya, apabila kaum miskin memberi sumbangan hidup dan kaum kaya memberikan percikan tampilan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan jauh lebih menghargai pemberian dana yang disertai pengorbanan diri dibandingkan dengan sebanyak apapun bagian kecil pijar bunga kekayaan.
Ah, banyak uang ya jelas membuat besar wibawa.

Saturday, November 22, 2014

KOI DARI PAK SUBI


Pada Minggu jam 19.07 16 November 2014 Bu Rini mengirim SMS ke Rama Agoeng yang diforward ke Rama Bambang "Malam mo Goeng pesan dr p Subi ikan dah disiapkan oleh p Subi". Pak Subi, salah satu warga Katolik Lingkungan Sleman Timur, memang menjanjikan akan memberi ikan koi kepada Domus Pacis lewat Rama Agoeng. Itu terjadi pada tanggal 6 November 2014. Ketika menerima SMS Bu Rini, Rama Agoeng sedang shooting film untuk program Natal 2014 di Boro. Padahal beliau pada hari Senin-Jumat 18-21 November 2014 ikut retret para rama praja Keuskupan Agung Semarang di Sangkal Putung, Klaten. Maka Rama Bambang berjanji untuk mengambil pada hari Senin antara jam 16.00-17.00.

Hujan lebat sekali pada jam 15.55 Senin tanggal 17 November 2014. "Rama, niki udan deres. Saestu mendhet koi?" (Rama, hujan deras sekali. Apakah kita jadi ambil koi?) Mas Heru bertanya kepada Rama Bambang yang sudah siap berangkat ke rumah Pak Subi di Sleman. "Ngangge mobil mboten kodanan,  ta?" (Kita pakai mobil kan tidak akan kehujanan, ta?) jawab Rama Bambang yang langsung disahut oleh Mas Heru "Blumbange lebet lan mesthi saya mbludag toyane kenging toya jawah" (Kolamnya dalam dan air pasti melimpah kena air hujan). Rama Bambang kemudian menjelaskan "Jarene Pak Subi pun nyepakke" (Katanya Pak Subi sudah menyiapkan). Rama Bambang dan Mas Heru kemudian bermobil menuju rumah Pak Subi. Ternyata hujan sudah reda ketika mereka sampai Sleman.

Pak Subi dan Bu Yeti, istrinya, sudah siap. Pak Subi segera ke bagian kolam yang sudah diberi batasan. Dengan jaring tangan beliau menangkap ikan-ikan dan dimasukkan ke dalam tiga kantong plastik besar. Plastik-plastik berisi ikan itu dimasukkan dalam kotak yang sudah disiapkan dari Domus Pacis di bagasi mobil. Ketika Rama Bambang masih enak-enak duduk di teras rumah Pak Subi, Pak Subi berseru "Pun, rama. Iwake pun teng mobil" (Selesai, rama. Ikan-ikannya sudah di mobil) dan Rama Bambang pun menanggapi dengan seruan "Matur nuwuuuun" (Trima kasih). Mas Heru mendekati Rama Bambang "Mangga, gek kundur" (Mari, kita segera pulang). Ketika Rama Bambang menjawab "Nggih lungguhan sik, ta" (Sebaiknya kita duduk-duduk dulu), Pak Subi berkata "Eeee, nek kesuwen mboten teng kolam koine saget pejah" (Eeee, kalau lama tak di kolam koinya dapat mati). Rama Bambang hanya bersuara "Ooooo" dan kemudian menuju jok sopir bersama Mas Heri pulang ke Domus.