Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, August 2, 2014

Sabda Hidup

Minggu, 03 Agustus 2014
Hari Minggu Biasa XVIII
warna liturgi Hijau
Bacaan:
BcE Yes. 55:1-3; Mzm. 145:8-9,15-16,17-18; Rm. 8:35,37-39; Mat. 14:13-21. BcO Ob. 1-21

Matius 14:13-21:
13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. 14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. 15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." 16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." 17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." 18 Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." 19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. 20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. 21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Renungan:
"Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan" (Mat 14:16). Awalnya aku sungguh kesulitan mencari kisah yang sejajar dengan perintah Yesus ini. Kemudian  aku teringat pada paguyuban pemerhati makan untuk Domus Pacis. Mereka adalah keluarga-keluarga di sekitar DIY yang memberikan hatinya bagi terjaminnya kebutuhan asupan kami para imam di Domus Pacis.
Domus Pacis adalah rumah untuk para imam Praja KAS yang sudah tua atau sakit (kata Rm Bambang: imam expired hehehe). Saya imam termuda di sana dan kebetulan masih sehat hahaha. Sebagai imam expired dan tidak di paroki memang kadang gampang terlupakan. Kesadaran itu menggerakkan kami untuk berdaya sekaligus menggugah hati dan perhatian umat. Salah satunya terbentuk paguyuban pemerhati makan untuk Domus Pacis.
Dalam sebuah pertemuan dengan para pemerhati bidang ini, salah seorang ibu mengatakan, "Para Rama, walaupun sudah tidak berkarya, adalah imam kita. Maka kita pun bertanggungjawab menjaga kebutuhan hidupnya." Hatiku mak-jleb, mendengar kata-kata ibu tersebut. Aku sungguh terharu. Di antara sekian banyak orang yang melupakan bahkan ngemohi imam expired, ibu ini dan para ibu serta keluarga-keluarga yang tergabung dalam paguyuban ini tidak membuang para imam expired tapi tetap mau menjaga dan memelihara karena merasa bahwa mereka imamnya. Dan sekarang pun perhatian itu terasa sangat hidup di hati kami. Kami tidak lagi berkekurangan dalam makanan, tapi malah bisa berbagi dan tetap mempunyai sisa. Saya percaya inilah wujud dari sabda Yesus di Mat 14:16 di jaman sekarang ini. Inilah penggandan 5 roti dan 2 ikan.

Kontemplasi:
Bayangkan kisah dalam Injil Mat. 14:13-21 dan jadilah salah satu tokoh yang dikisahkan.

Refleksi:
Apa yang akan kauberikan agar mukjijat Tuhan mewujud di jaman sekarang?

Doa:
Ya Tuhan, terima kasih telah memberikan pribadi-pribadi yang mempunyai hati mewujudan kehendakMu. Secara khusus dampingilah keluarga-keluarga yang telah memperhatikan para imam di Domus Pacis. Amin.

Perutusan:
Marilah mengucap syukur atas kebaikan banyak orang di sekitar kita.

0 comments:

Post a Comment