Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, September 8, 2014

RAMA YADI GEMBIRA


Pada makan malam, Minggu 7 September 2014, Rama Yadi berkata bahwa beliau merasa senang melihat para peserta Novena Domus saat makan siang. "Kula wau awan remen sanget weruh wong tuwa-tuwa dha tertib. Urut dha ora dhisik-dhisikan mendhet tedha" (Tadi siang saya senang sekali melihat orang-orang tua tertib. Mereka melakukan antri tidak berebut dahulu ketika mengambil makan). Ketika hal ini disampaikan oleh Rama Bambang dalam makan pagi Senin 8 September 2014, Rama Agoeng berkomentar "Kamangka wong-wong umum nika dha rada kangelan antri" (Padahal orang umum itu sulit menjalani tertib antri). "Mbokmenawa kepengaruh antri komuni neng agama" (Barangkali terpengaruh saat antri komuni dalam agama) kata Rama Yadi yang langsung disambung oleh Rama Agoeng "Ning teng pesta pertemuan rama-rama kalih keluarga nika nggih onten sing nrombol lho" (Tetapi dalam pesta pertemuan para rama dan keluarga juga ada yang menerobos mengambil mendahului orang-orang yang sudah antri). Perkara antri tertib makan sesudah Novena Domus menjadi pembicaraan hangat antara Rama Yadi, Rama Agoeng, Rama Bambang, Rama Giyono, Rama Tri Wahyono dan Rama Harto. Dan sebelum doa penutup makan Rama Agoeng berkata "Mbokmenawa kahanan tertib niku merga pun dadi hal rutin pakulinan teng Domus Pacis bar melu novena" (Barangkali keadaan tertib itu dikarenakan sudah menjadi hal rutin sebagai kebiasaan di Domus Pacis sesudah ikut novena).

0 comments:

Post a Comment