Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, February 26, 2015

Lamunan Pekan Prapaskah I

Jumat, 27 Februari 2015

Matius 5:20-26

5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
5:21. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, agama biasa memberikan patokan untuk warganya. Patokan yang berisi berbagai tata kebiasaan, upacara, dan organisasi menjadi pegangan penghayatan keagamaan.
  • Tampaknya, dengan memperhatikan berbagai perintah agama orang ada dalam kebenaran hidup beragama. Dengan menjalani sesuai patokan agama orang dapat merasa hidupnya ada dalam kebenaran.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa kebenaran yang hanya berdasarkan tata aturan keagamaan barulah benar secara lahiriah dan belum sampai benar utuh manusiawi apabila penghayatan agama tidak berada dalam kubang kesegaran kedalaman batiniah. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menjalani berbagai aturan dan tata agama yang mengalir dari dan bermuara ke kedalaman batin.

Ah, untuk sungguh benar yang jadi pokok adalah jalani aturan agama.

0 comments:

Post a Comment