Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, April 18, 2015

Sabda Hidup

Minggu, 19 April  2015
HARI MINGGU PASKAH III
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 3:13-15,17-19; Mzm. 4:2,4,7,9; 1Yoh. 2:1-5a; Luk. 24:35-48. BcO Why. 6:1-17

Lukas 24:35-48:
35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. 36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" 37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. 38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." 40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" 42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. 44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." 45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

Renungan:
Dua orang murid Yesus tetap belum percaya ketika Yesus menunjukkan lobang di kaki dan tangannya. Mereka baru percaya bahwa yang ditemui adalah Yesus ketika Ia, "mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti" (Luk 24:35).
Membangun kepercayaan orang yang lagi berduka memang bukan hal mudah. Walau sudah ada bukti jelas belum tentu menggugah kepercayaannya. Mesti ditemukan hal-hal yang bisa kena kepada orang itu. Yesus menggugah kepercayaan mereka dengan tindakan makan dan memecah-mecahkan roti.
Kalau kita mau menggugah kepercayaan orang kita perlu kreatif menemukan hal-hal yang bisa kena. Kadang-kadang hal-hal itu bukan kata-kata ilmiah atau teologis, namun sesuatu yang sederhana yang ada di sekitar kita, yang biasa dialami dalam hidup sehari-hari. Mari kita temukan itu untuk menghantar orang percaya pada Yesus Kristus.

Kontemplasi: 
Baca dan bayangkan kisah dalam Injil Luk. 24:35-48. Hadirkan satu pengalamanmu yang mirip dengan kisah itu.

Refleksi:
Bagaimana anda membuat orang lain percaya pada Yesus Kristus?

Doa:
Tuhan bantulah aku agar kreatif menemukan segala sesuatu yang membantu orang agar percaya pada PuteraMu. Amin.

Perutusan:
Aku akan membuka cara pandangku agar kreatif meyakinkan orang. -nasp-

0 comments:

Post a Comment