Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, April 3, 2015

Sabda Hidup

Sabtu, 04 April  2015
SABTU SUCI
VIGILI PASKAH
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kej. 1:1 - 2:2 ; Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,13-14,24,35c atau Mzm. 33:4-5,6-7,12-13,20,22; Kej. 22:1-18 (Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18); Mzm. 16:5,8,9-10,11;
Kel. 14:15 - 15:1; MT Kel. 15:1-2,3-4,5-6,17-18; Yes. 54:5-14; Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b; Yes. 55:1-11; MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; Bar. 3:9-15,32 - 4:4; Mzm. 19:8,9,10,11; Yeh. 36:16-17a,18-28; Mzm. 42:3,5bcd; 43:3,4 Mrk. 16:1-8.  BcO Ibr. 4:1-16

Markus 16:1-8:
1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. 5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, 6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. 7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." 8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

Renungan:
Pengalaman gelap sering menimbulkan trauma. Langkah kaki pun terhambat kala mengingatkan. Kesulitan-kesulitan terbayang ketika kaki hendak melangkah. Harapan tertutup oleh kabut gelap.
Para perempuan melangkahkan kaki mereka ke makam Yesus. Di tengah jalan mereka terhenti oleh pikiran tentang batu penutup kubur. "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" (Mrk 16:3). Kekuatan mereka tidak sebanding dengan besaran batu yang mesti digulingkan. Walau begitu mereka tetap melangkah dan mereka menemukan batu itu telah terguling. Keyakinan mereka menuntun mereka menemukan hadiah istimewa: Yesus bangkit.
Kiranya kegelapan tidak perlu menghalangi kita untuk terus melangkah. Memang mungkin masih ada trauma yang menghantui. Ketika kita berhenti kita tak akan bisa bangkit. Namun kala kita berani melangkah maka kekhawatiran itu akan hilang dan kita akan menemui kebahagiaan-kebahagiaan baru yang melebihi perkiraan kita.
Bangkitlah bersama Kristus.

Kontemplasi: 
Bayangkan kisah dalam Injil Mrk. 16:1-8. Bandingkan ay 3 dengan kekhawatiran-kekhawatiranmu untuk melangkah.

Refleksi:
Bagaimana cara anda terus bergerak walau ada kekhawatiran yang menghantui?

Doa:
Tuhan, Engkau menyediakan pertolongan dalam hidupku. PertolonganMu selalu mengatasi kekhawatiranku. Semoga aku selalu yakin dengan rahmatMu itu dan bangkit bersama Kristus. Amin.

Perutusan:
Aku akan bangkit bergerak bersama Kristus -nasp-

Selamat hari Paskah

0 comments:

Post a Comment