Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, April 5, 2015

Sabda Hidup

Senin, 06 April 2015
HARI SENIN DALAM OKTAF PASKAH
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 2:14,22-32; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Mat. 28:8-15. BcO 1Ptr. 1:1-21

Matius 28:8-15:
8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." 11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. 12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu 13 dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. 14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." 15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Renungan:
Para penjaga tahu apa yang terjadi dengan Yesus. Mereka tahu bahwa Yesus bangkit. Mereka memberitahukan itu kepada imam-imam kepala. Dan ternyata imam-imam kepala menyogok mereka dan minta mereka untuk mengatakan, "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur" (Mat 28:13). Dan, "ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini" (Mat 28:15).
Sekali lagi usaha menutupi kenyataan dengan uang. Uang pun membungkam para serdadu untuk mengatakan yang sebenarnya. Saya tidak pernah melihat secara langsung kenyataan seperti itu sekarang ini. Namun rasa saya mengatakan bahwa hal tersebut masih terjadi sampai sekarang. Banyak orang menggunakan uangnya untuk menutup sesuatu yang bisa merugikannya. Dan masih banyak orang yang rela mengorbankan kebenaran karena uang.
Ketika ada kepentingan dalam diri kita maka akan ada banyak usaha untuk mewujudkannya. Ketika kepentingan itu kotor maka banyak usaha dan dana kita keluarkan untuk membersihkannya. Maka marilah kita jaga kepentingan kita agar tetap murni dan merupakan kepentingan untuk kesejahteraan banyak orang.

Kontemplasi:
Bayangkan suap imam-imam kepala kepada para serdadu. Bandingkan dengan kejadian di sekitarmu. Liatlah sikapmu terhadapnya.

Refleksi:
Bagaimana bertahan bersih pada kebenaran?

Doa:
Tuhan semoga orang tidak tergoda untuk suap menyuap. Semoga hidup mereka lurus demi kebaikan banyak orang. Amin.

Perutusan:
Aku akan bertahan dalam kebenaran fakta yang ada. -nasp-

0 comments:

Post a Comment